Makalah metode pembelajaran diskusi dan metode permainan
MAKALAH
METODE
PEMBELAJARAN DISKUSI DAN PERMAINAN
DI SUSUN OLEH :
NAMA : NISI
NIM :
( 1607061298 )
KELAS : D 7
MAKUL : STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
DOSEN PEMGAMPU :
DWI CAHYADI WIBOWO, M,.Pd
SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN PERSADAKHATULISTIWA SINNTANG
2017
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat dan
rahmat-Nya kami dapat berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul “MANUSIA DAN
LINGKUNGAN,KOLERASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN, DAN PENGARUH MANUSIA PADA
ALAM LINGKUNGAN”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Makalah
ini terdiri dari tiga bab. Bab I berisi Pendahuluan, Bab II berisi
Pembahasan, dan Bab III berisi kesimpulan.
Dengan adanya makalah ini diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui materi SBM tersebut. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu kritik dan saran sangat diperlukan.
Somoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan masyarakat luas.
Dengan adanya makalah ini diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui materi SBM tersebut. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu kritik dan saran sangat diperlukan.
Somoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan masyarakat luas.
Daftar Isi
KataPengantar................................................................................1
Daftar
Isi..........................................................................................2
Bab 1
LatarBelakang................................................................................3
Rumusan
masalah..........................................................................4
Tujuan..............................................................................................4
Bab 2
I
Metode Diskusi
a.
Penegertian metode diskusi.............................................................
b.
Tujuan dan manfaat metode diskusi..........................................
c.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
menggunakan metode
diskusi...........................................................................................
d.
Langkah-langkah metode diskusi.....................................................`
e.
Jenis-jenis diskusi.........................................
f. Kelebihan dan kekurangan metode diskusi...................
II Metode permainan
a.
Pengertian
metode permainan..........
b.
Tujuan
dan manfaat metode permainan...........................
c.
Hal
–hal yang harus di perhatikan dalam menggunkan metode
permainan..................................
d.
Klasifikasi
permainan.........................
e.
Kelebihana
dan kekurangan metode permainan......................
Bab
3
a.
Kesimpulan.................................................................................
b.
Saran...........................................................................................
c.
Daftar
pustaka..........................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bila ditelusuri secara mendalam,
proses belajar mengajar yang merupakan inti dari proses pendidikan formal di
sekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran.
Komponen-komponen tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama, yaitu
guru, isi atau materi pelajaran dan siswa. Interaksi antara ketiga komponen
utama melibatkan sarana dan prasarana, seperti metode, media, dan penataan
lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta situasi belajar-mengajar yang
memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan
demikian, guru yang memegang peranan sentral dalam proses belajar-mengajar,
harus memiliki strategi, agar siswa dapat
belajar secara efektif dan efisien. Salah satu langkah untuk memiliki
strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian materi atau biasa disebut metode mengajar.
Metode mengajar adalah suatu
pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau
instruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai guru
untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa dalam kelas, baik
secara individual atau secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap,
dipahami, dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Karena makin baik metode
mengajar, maka makin efektif pula pencapaian tujuan.
Di dalam kenyataannya, cara atau
metode mengajar yang digunakan guru
untuk memotivasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk
memecahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun untuk menjawab suatu pertanyaan
akan berbeda dengan metode yang digunakan untuk tujuan agar siswa mampu
berpikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di dalam menghadapi segala
persoalan, sehingga metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan
belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa akan
ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan
tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan
metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan yang terpatri dalam suatu
tujuan.
Dalam proses pembelajaran terdapat
beberapa metode yang digunakan dalam mentransfer materi baik dari guru kesiswa,
ataupun dari siswa itu sendiri, antara lain dengan metode ceramah, diskusi,
tanya-jawab, penemuan terbimbing, metode permainan dan beberapa metode-metode
lainnya. Namun metode yang sering digunakan oleh pendidik dalam kegiatan PBM
adalah metode pembelajaran dengan diskusi dan permainan. Dimana metode diskusi
itu sendiri dipandang efektif untuk
menggali potensi siswa supaya dapat belajar dengan lebih aktif. Sedangkan
metode permainan sendiri merupakan alternative lain agar siswa tidak jenuh
dalam menerima pelajaran Maka tidak salah apabila metode diskusi dan permainan
menjadi pilihan para guru untuk melatih dan mengembangkan kemampuan
siswa-siswinya.
Pentingnya metode pembelajaran dalam
proses pembelajaran,yaitu untuk menunjang keberhasilan dalam kegiatan Proses
Belajar Mengajar. Oleh karena itu dalam makalah ini, kami akan paparkan
beberapa ulasan mengenai metode pembelajaran diskusi dan permainan.
B. Pembatasan Masalah
1. Pengertian metode diskusi dan permainan
2. Tujuan dan manfaat metode pembelajaran
yang berbasis diskusi dan permainan
3. Hal-hal
yang harus di perhatikan dalam menggunakan metode pembelajaran dengan diskusi dan permainan
4.
Langkah-langkah penggunaan metode
pembelajaran dengan diskusi dan permainan
5. Jenis-jenis
diskusi dan klasifikasi permainan
6. Kelebihan
dan kelemahan metode pembelajaran dengan diskusi dan permainan
C.
Tujuan
1. Memenuhi tugas mata kuliah Strategi
Belajar Mengajar Matematika
2.
Mahasiswa dapat memahami tentang
metode pembelajaran diskusi dan permainan
3. Dapat dijadikan referensi dalam kegiatan
pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
I
METODE DISKUSI
A.
Pengertian Metode Diskusi
Diskusi adalah proses penglihatan dua
atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka
mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar
informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah. Diskusi juga dapat
diartikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu
masalah.
Metode diskusi adalah suatu cara
penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (
kelompok-kelompok siswa ) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife
pemecahan atas suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang
bersifat problematik. Sebagai metode penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya
membahas satu topik yang menjadi perhatian umum di mana masing-masing anggota
kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya atau memberikan
pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi dapat dikatakan sebagai metode
partisipatif.
Metode diskusi sebagai suatu cara
mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan
saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Cara ini menimbulkan
perhatian dan perubahan tingkah laku anak dalam belajar. Metode diskusi juga di
maksudkan untuk dapat merangsang siswa dalam belajar dan berfikir secara kritis
dan mengeluarkan pendapatnya secara rasional dan objektif dalam pemecahan suatu
masalah. Metode diskusi ini berbeda dengan metode tanya jawab, sebab dalam
metode tanya jawab dapat diselesaikan dengan satu jawaban saja, sedangkan dalam
diskusi diperlukan banyak jawaban yang sama-sama mencoba memperlihatkan
kebenaran.
B. Tujuan Dan Manfaat Metode Diskusi
1. Tujuan Metode Diskusi
a. Dengan diskusi siswa didorong menggunakan
pengetahuan dan pengalamannya untuk
memecahkan masalah, tanpa selalu bergantung pada pendapat orang lain (Siswa dilatih berpikir dan
memecahkan masalah sendiri).
b.
Siswa mampu menyatakan pendapatnya secara
lisan, dalam hal ini siswa melatih diri
untuk menyatakan pendapatnya sendiri secara lisan tentang suatu masalah bersama.
c. Diskusi memberi kemungkinan pada siswa
untuk belajar berpartisipasi dalam pembicaraan
untuk memecahkansuatu masalah bersama.
2. Manfaat Metode Diskusi
a. Untuk menimbulkan dan membina sikap dan
prilaku demokratis siswa
b. Menumbuhkan dan mengembangkan sikap/cara
berpikir logis, analitis dan kritis.
c. Memupuk kerjasama, toleransi dan rasa
social .
d. Membina kemampuan mengemukakan pendapat
dengan bahasa yang baik dan benar.
C. Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam
Menggunakan Metode Diskusi
a.
Guru mengemukakan masalah yang akan
didiskusikan dan memberikan pengarahan
seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Dapat pula pokok masalah yang akan didiskusikan itu
ditentukan bersama-sama oleh guru dan siswa.
Yang penting judul atau masalah yang akan didiskusikan harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat
dipahami oleh peserta diskusi
b.
Dengan pimpinan guru, para siswa membentuk
kelompok-kelompok diskusi, memilih
pimpinan diskusi ( ketua, sekretaris, moderator ) mengatur tempat duduk, ruangan, sarana dan sebagainya.
Pimpinan diskusi sebaiknya berada ditangan
siswa yang :
1) Lebih memahami masalah yang akan
didiskusikan
2) “Berwibawa” dan disenangi oleh
teman-temannya
3) Lancar berbicara
4) Dapat bertindak tegas dan demokratis
Peranan pimpinan diskusi antara lain:
1) Pimpinan diskusi sebagai pengatur lalu-lintas
diskusi
Kewajiban untuk mengatur lalu-lintas
berarti bahwa pimpinan diskusi berperan sebagai penemgah untuk mengatur jalan,
arus dan arah pendapat dari orang agar tidak terjadi kesimpangsiuran, tabrakan
ataupun pembicaraan yang tidak tertuju pada pokok diskusi.
2) Pimpinan diskusi sebagai dinding
penangkis
Setiap kali pemimpin diskusi menerima
pertanyaan-pertanyaan dari para peserta, ia harus segera menilai mana yang
perlu dipantulkan kembali kepada kelompok, sehingga tidak terjadi tanya-jawab
antara pemimpin diskusi dengan sejumlah kecil anggota diskusi saja.
3)
Pimpinan diskusi sebagai penunjuk jalan
Memberikan petunjuk-petunjuk umum
mengenai kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh kelompok (kemajuan-kemajuan
diskusi).
c. Para siswa berdiskusi dalam kelompoknya
masing-masing, sedangkan guru berkeliling
dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain (kalau ada lebih dari satu
kelompok) menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan bantuan agar setiap
anggota kelompok berpartisipasi aktif, dan agar diskusi berjalan lancar.
d. Jenis dan sifat pertanyaan yang layak untuk
didiskusikan ialah yang :
1) Menarik minat anak didik yang sesuai
dengan tarafnya.
2) Mempunyai kemungkinan-kemungkinan jawaban
lebih dari sebuah yang dapat dipertahankan
kebenarannya
3) Pada umumnya tidak menanyakan “manakah jawaban
yang benar” tetapi lebih mengutamakan penalaran yang mempertimbangkan dan
membandingkan. (Winarno Surakhmad,: 98-99).
D. Langkah-langkah metode diskusi
1) Persiapan perencanaan diskusi
a) Tujuan diskusi harus jelas, agar pengarahan
diskusi lebih terjamin
b) Peserta diskusi harus memenuhi persyaratan
tertentu, dan jumlahnya disesuaikan dengan sifat diskusi itu sendiri
c) Penentuan dan perumusan masalah yang akan
didiskusikan harus jelas
d) Waktu dan tempat diskusi harus tepat,
sehingga tidak akan berlarut-larut.
2) Pelaksanaan diskusi
a) Membuat struktur kelompok
b) Membagi-bagi tugas dalam diskusi
c) Merangsang seluruh peserta untuk
berpartisipasi
d) Mencatat ide-ide/ saran-saran yang penting
e) Menghargai setiap pendapat yang diajukan
peserta
f) Menciptakan situasi yang menyenangkan
3) Tindak lanjut diskusi
a) Membuat kesimpulan/laporan diskusi
b) Membacakan kembali hasilnya untuk
diadakan koreksi seperlunya
c) Membuat penilaian terhadap pelaksanaan
diskusi tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan
dan perbaikan pada diskusi-diskusi yang akan dating
E. Jenis-jenis diskusi
Abu
Ahmadi membagi diskusi dalam lima jenis yaitu:
a.
Diskusi formal
Diskusi
ini terdapat seperti pada lembaga-lembaga pemerintahan atau
semi
pemerintah, di mana dalam diskusi ini perlu adanya ketua dan
penulis
serta pembicara yang diatur secara formal. Misalnya diskusidiskusi
pada
Sidang DPR.
b. Diskusi tidak formal (informal)
Diskusi ini seperti dilaksanakan dalam
kelompok-kelompok belajar di
mana satu sama lain bersifat “face to face
relationship.
c.
Diskusi panel
Diskusi
ini menghadapi masalah yang ditinjau dari beberapa orang
saja,
yang dapat juga diikuti oleh banyak pendengar.
d.
Diskusi dalam bentuk symposium
Diskusi
ini hampir sama dengan diskusi dalam bentuk panel, di sini
symposium
lebih formal. Symposium itu diselenggarakan apabila ada
pertentangan
pendapat. Ahli-ahli yang berbeda pendapat memberikan
informasinya,
selanjutnya diadakan diskusi antara pembicara dengan
pendengar.
Diskusi dalam bentuk symposium ini biasanya tidak
mencari
kebenaran tertentu.
e.
Lecture discussion
Diskusi
ini dilaksanakan dengan memberikan suatu persoalan,
kemudian
didiskusikan. Di sini biasanya hanya satu pandangan atau
persoalan
saja
Hasibuan
dan Moedjiono membagi jenis diskusi dalam sembilan jenis yaitu:
1. Whole group
Suatu diskusi dimana anggota kelompok
yang melaksanakan idealnya tidak lebih dari 15 orang. Diskusi kelompok besar
(kelas)
2. Buzz group
Satu kelompok besar dibagi menjadi 2
sampai 8 kelompok yang lebih kecil jika diperlukan kelompok kecil ini diminta
melaporkan apa hasil diskusi itu pada kelompok besar.
3. Panel diskusi
Satu kelompok kecil (antara 3 sampai 6
orang) mendiskusikan suatu subjek tertentu, mereka duduk dalam susunan semi
melingkar,dipimpin seorang moderator.dalam satu panel murni, audience/pendengar
tidak ikut dalam diskusi.
4. Syndicate group
Suatu kelompok (kelas) dibagi menjadi
beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-6 orang. Masing-masing kelompok kecil
melaksanakan tugas tertentu. Guru menjelaskan garis besarnya problema kepada
elas, ia menggambarkan aspek-aspek masalah, kemudian tiap-tiap kelompok
(syndicate) diberi tugas untuk mempelajari suatu aspek tertentu.
5. Brain Storming group
Kelompok penyumbang ide baru, tanpa dinilai
segera. Setiap anggota kelompok menyumbangkan idenya. Penekanan hasil belajar,
agar tiap anggota kelompok saling hargai pendapat, menumbuhkan percaya apad
diri sendiri dalam mengembangkan ide yang ditemukannya dan dianggap benar.
6. Symposium
Beberapa orang membahas berabgai aspek
dari suatu materi. Membacakannya di muka peserta (5-20menit), diikuti dengan
pertanyaan dan sanggahan dari penyanggah dan pendengar. Bahasan dan sanggahan
selanjutnya dirumuskan oleh ‘panitia perumus’ seabagi hasil symposium.
7. Informal debate
Kelas dibagi menjadi dua kelompok yang
relative sama besar, mendiskusikan materi yang cocok diperdebatkan tanpa
memperhatikan aturan-aturan debat formal. Bahan yang cocok diperdebatkan adalah
yang bersifat problematic, bukan yang bersifat factual.
8.
Colloquium
Seseorang/beberapa orang manusia
sumber menjawab pertanyaan dari beberapa audience. Dalam KBM siswa menginterviu
manusia sumber. Pertanyaan/jawaban yang diberikan mengundang pertanyaan dari
penanya lain. Hasil belajar yang diharapkan adalah yang datangnya dari manusia
sumber tadi.
9. Fish Bowl
Beberapa peserta dipimpin seorang
ketua berdiskusi engambil suatu keputusan. Tempat duduk diatur setengah
lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosong menghadap peserta. Kelompok
pendengar, duduk mengelilingi kelompok diskusi (seolah melihat ikan dalam
sebuah mangkuk). Sedang dalam diskusi, kelompok pendengar yang akan
menyumbangkan pikiran menduduki kursi kosong yang disediakan.
F. Kelebihan dan kelemahan metode diskusi
Beberapa kelebihan dalam penggunaan
metode diskusi dalam kegiaatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a) Merangsang kreativitas anak-didik dalam
bentuk ide,gagasan-prakarsa dan terobosan
baru dalam pemecahan suatu masalah
b) Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan
pendapat sendiri, menyetujui atau menentang
pendapat teman-temannya.
c) Memperluas wawasan
d) Membina untuk terbiasa musyawarah untuk
mufakat dalam memecahkan suatu masalah.
e) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
memperoleh penjelasan-penjelasan dari
berbagai sumber data.
f) Memberi kesempatan kepada siswa untuk
menghayati pembaharuan suatu problem
bersama-sama.
g) Membina
suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau
keputusan yang akan atau telah diambil.
h) Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan,
siap dan kefasihan berbicara saja
tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.
i) Dengan mendengarkan semua keterangan yang
dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan
dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.
j) Membina siswa untuk berpikir matang-matang
sebelum berbicara.
Sedangkan kelemahan diskusi ketika
digunakan dalam metode pembelajaran adalah
sebagai berikut :
a) Tidak semua topik dapat dijadikan metode
diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis
saja yang dapat didiskusikan
b) Diskusi
yang mendalam memerlukan banyak waktu
c) Sulit
untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.
d) Biasanya
tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa
mengemukakan pendapat.
e) Pembicaraan dalam diskusi mungkin
didominasi oleh siswa yang berani dan telah
biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara
f) Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga
memerlukan waktu yang panjang
g) Memungkinkan
timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada
kelompok lain atau menganggap kelompok
lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.
h)
Tidak dapat dipakai pada kelompok
yang besar
i)
Peserta mendapat informasiyang terbatas
j)
Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.
Catatan yang perlu diperhatikan :
Berhasil tidaknya diskusi banyak
bergantung pada factor :
Ø Kepandaian
dan kelincahan pimpinan diskusi
Ø Jelas
tidaknya masalah dan tujuan yang dirumuskan
Ø Partisipasi
dari setiap anggota
Ø Terciptanya
situasi yang merangsang jalannya diskusi
Ø Mengusahakan
masalahnya supaya cukup problematic dan merangsang siswa berpikir.
II.
METODE PERMAINAN
2
.Permainan
A. Pengertian Metode Permainan
Permainan (games), populer dengan
berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran
(energizer). Arti harfiah ice-breaker adalah ‘pemecah es’. Jadi, arti pemanasan
dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik
peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang
dinamis, penuh semangat, dan antusiasme. Karakteristik permainan adalah
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai
(sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke
aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar).
Permainan adalah suatu kegiatan yang menyenangkan (menggembirakan) yang dapat
menunjang tercapainya tujuan instruksional dalam pengajaran berbagai mata
pelajaran baik,aspek kognitif,afektif maupun psikomotor. Permainan dalam arti
permainan pendidikan, siswa melakukan kegiatan (permainan) dalam kerangka
proses belajar mengajar.
Metode
permainan adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa melakukan
permainan untuk memperoleh atau menemukan pengertian atau konsep tertentu.
Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan
efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat.
Sebaiknya permainan digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya
untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan. Sebagai metode mengajar
metode permainan dapat dilakukan secara individual atau kelompok.
Metode
permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu ‘aksi’ atau kejadian yang dialami
sendiri oleh peserta, kemudian ditarik dalam proses refleksi untuk menjadi
hikmah yang mendalam (prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran). Wilayah
perubahan yang dipengaruhi adalah rana sikap-nilai. Jadi, metode permainan itu
merupakan sarana untuk menyampaikan pesan-pesan pelajaran dengan lebih menarik
untuk menghindari kejenuhan peserta didik.
B. Tujuan dan Manfaat Metode Permainan
1. Tujuan Metode Permainan
a) Mengajarkan pengertian (konsep)
b) Menanamkan nilai
c) Memecahkan masalah
d) Membentuk dan membina watak lewat metode
yang menarik, menyenangkan dan
menantang
2. Manfaat Metode Permainan
a) Membangkitkan minat siswa
b) Memupuk dan mengembangkan rasa kerja sama
siswa
c) Mengembangkan kreativitas siswa
d) Menumbuhkan kesadaran siswa
C. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
menggunakan metode permainan
1. Diperlukan seorang fasilitator yang
terlatih untuk memimpin permainan.
2.
Pemilihan jenis permainan harus tepat yakni yang dapat menggairahkan
,mengurangi kejenuhan, memicu & memacu berprestasi, saling menghibur,
mempercepat pembauran peserta dan memetik pelajaran yang terkandung dalam
permainan tersebut.
3. Ciri Permainan yang baik adalah
sebagai berikut :
a) Diminati oleh seluruh peserta.
b) Semua peserta merasa mampu mengikuti.
c) Menggairahkan.
d) Memacu untuk berprestasi.
e) Waktunya relatif singkat.
f) Aman.
g) Biaya relatif rendah.
h) Alat peraga sederhana.
i) Mengesankan peserta.
j) Mudah dipetik pelajarannya.
k) Jumlah peserta cukup fleksibel
4. Hal- Hal yang harus dihindari dalam
penggunaan metode permainan yakni permainan
:
a) Yang membahayakan fisik dan atau
kesehatan.
b) Yang mengandung resiko tinggi.
c) Yang tidak mampu dilakukan oleh
seluruh peserta.
d) Yang menjurus pada persaingan tidak
sehat.
e) Yang tidak menciptakan suasana
sportivitas.
f) Yang akan mendatangkan perpecahan bagi
yang menang dan yang kalah.
g) Yang memerlukan biaya tinggi.
h) Yang memerlukan waktu panjang
5. Kiat Memimpin Permainan yakni sebagai berikut
:
a) Sikap dan perilaku fasilitator harus
ramah, akrab dan berwibawa sehingga petunjuk-petunjuknya
diikuti oleh para peserta.
b) Dalam menjelaskan aturan permainan,
fasilitator harus menggunakan bahasa yang
sederhana, jelas dan komunikatif. Bila perlu diulangi dan bertanya kepada peserta apakah sudah jelas atau
belum.
c) Bila dalam permainan ternyata tidak
lancar, maka perlu diulang.
d) Dalam mengadakan refleksi/kesimpulan,
fasilitator harus serius dengan bahasa yang
menyejukkan.
e)
Sangat
diharapkan fasilitator mempunyai “sense of humor” atau pengungkapannya dengan rasa humor.
D. Langkah-langkah Metode Permainan (Prosedur)
1) Persiapan Guru
a) Menentukan topik
b) Merumuskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
c) Menyiapkan alat dan bahan untuk
permainan
d) Menyusun petunjuk pelaksanaan metode
permainan
2) Pelaksanaan
a) Guru menjelaskan maksud dan tujuan
serta proses permainan
b) Siswa dibagi atas beberapa kelompok
c) Caranya:misal: (1) guru membagi atau
memasang alat atau bahan permainan (2 siswa melakukan kegiatan permainan
3) Tindak lanjut metode permainan
Siswa
melaporkan hasil permainan, yaitu beberapa pengertian atau konsep tertentu
kepada guru.
E. Klasifikasi Permainan
Berdasarkan tujuannya, permainan dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
1. Permainan untuk membangun kekompakan (
teamwork).
2. Permainan mengembangkan kreativitas.
3. Permainan untuk melatih daya tahan.
4. Permainan untuk meningkatkan
ketelitian.
5. Permainan untuk meningkatkan percaya
diri/saling percaya.
6. Permainan untuk meningkatkan memori.
7. Permainan untuk menguji keterampilan/
ketangkasan.
8. Permainan untuk kecepatan reaksi
(sensitivitas).
9. Permainan yang merupakan kombinasi
dari tujuan-tujuan tersebut di atas.
10. Permainan untuk mengasah kepedulian dan
empati.
11. Permainan untuk mengasah Keteguhan hati
dan komitmen.
12. Permainan untuk mengasah Sabar dan
tanggungjawab.
13. Permainan untuk mengasah keberanian dan
nyali (mind set).
F. Kelebihan dan kekurangan Metode
Permainan
Beberapa kelebihan dalam penggunaan
metode permainan dalam kegiaatan pembelajaran adalah sebagai berikut :
a) Keterampilan siswa dalam bidang matematika
seperti menghitung dan menganalisis
semakin meningkat.
b) Konsep – konsep matematika akan lebih
mantap untuk dipahami.
c) Kemampuan manemukan dan memecahkan
masalah meningkat.
d) Siswa lebih tertarik dan termotifasi untuk
belajar matematika
Sedangkan kelemahan metode permainan
ketika digunakan dalam metode pembelajaran
adalah sebagai berikut:
a) Tidak semua topic dapat disajikan dengan
metode permainan makin tinggi tingkatnya
makin sukar disajiakn, disamping itu permainan pun harus kita buat sendiri (tidak dalam bentuk siap pakai)
b)
Memakan banyak waktu
c) Permainan mungkin akan mengganggu
ketenangan kelas – kelas disekitarnya
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab
sebelumnya, maka dapat ditarik suatu kesimpulan
sebagai berikut :
1. Metode diskusi adalah suatu cara penyajian
bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (
kelompok-kelompok siswa ) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife
pemecahan atas suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang
bersifat problematic.
2. Metode permainan adalah suatu cara
penyajian bahan pelajaran dimana siswa melakukan permainan untuk memperoleh
atau menemukan pengertian atau konsep tertentu dan merupakan sarana untuk
menyampaikan pesan-pesan pelajaran dengan lebih menarik untuk menghindari
kejenuhan peserta didik.
3. Kedua metode diatas merupakan beberapa
metode pembelajaran yang sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Metode
diskusi lebih menekankan pada keaktifan individu dalam suatu kelompok ketika
menyelesaikan permasalahan (belajar). Sedangkan metode permainan lebih
menekankan pada penciptaan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius
tapi santai (sersan) dalam menyelesaikan permasalahan (belajar).
B. Saran
Setiap metode pembelajaran memiliki
kelemahan dan kelebihan yang berbeda-beda, baik digunakan pada situasi dan
kondisi tertentu. Jadi gunakanlah metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan
situasi dan kondisi serta materi yang disampaikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.
2010. Metode Permainan http://dewasudewa. files. wordpress. com/2009/12/
metode-permainan.ppt. Diakses pada tanggal 15 maret 2010
Anonim.
2010. Kumpulan Metode Pembelajaran Pendampingan. http://mala. student. umm.ac.id/2010/02/11/kumpulan-metode-pembelajaran-pendampingan/.
Diakses pada tanggal 17 maret 2010
Anonim.
2010. Metode Pembelajaran Efektif. http:// shinta91. wordpress. com/ 2010/ 01/
28/metode-pembelajaran-efektif/. Diakses pada tanggal 17 maret 2010
Anonim.
2010. Metode-Pembelajaran. http:// wahyudi17. blogspot.com/2008 11/ metode-
pembelajaran.html. Diakses pada tanggal 19 maret 2010
Anonim.
2010. Metode-Metode-Pembelajaran http://
www. scribd. com/ doc/ 1306 5635 / Metode-metode-pembelajaran. Diakses pada
tanggal 19 maret 2010
Anomim.2010.
Permainan. sdmuhcc-yogya sch.id /hw...
Buku% 20 Panduan% 20% 20 Permainan. Ppt. Diakses pada tanggal 20 maret 2010
Ahmadi,
Abu & Joko Tri Prasetya. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka
Setia
Ali,
Muhammmad. 1983. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru
Algensindo
Fathurrohman,
Pupuh & Sutikno Sobry. 2007.
Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep
Islami. Bandung : PT Refika Aditama
Hasibuan,
J.J & Moedjiono. 1986. Proses Belajar Mengajar.Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
Popham,W.
James & Eva L. Baker. 2005. Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta :
Rineka Cipta
Roestiyah
N.K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Komentar
Posting Komentar